04 February 2008

Makna Cinta dan Perkahwinan

Suatu hari Plato bertanyakan kepada gurunya tentang makna CINTA.

Maka jawab gurunya " Pergilah ke dalam hutan, pilih dan ambillah satu ranting yang menurutmu paling baik. Tetapi syaratnya engkau harus terus berjalan ke depan dan jangan kembali ke belakang. Pada saat kau memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan bersama dengan ranting pilihanmu.
Lalu masuklah Plato ke dalam hutan mencari ranting terbaik pada hematnya. Namun tidak berapa lama kemudian dia keluar tanpa membawa sebatang ranting pun.


Jawab Plato apabila ditanya gurunya "Saya sebenarnya sudah menemui ranting yang bagus, tetapi saya erfikir barangkali di depan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadilah yang terbaik. Maka saya keluar dari hutan tanpa membawa sebatang ranting pun."



Guru itupun berkata " Itulah cinta."

Lalu Plato bertanya apakah PERKAHWINAN?

Gurunya menjawab, " Sama seperti ranting tadi, tapi kali ini engkau harus membawa pohon yang kau fikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan."

Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah. Apabila ditanya oleh gurunya maka jawab Plato,

"Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya... tetapi saya tidak dapat memotongnya dan pastilah saya tidak mampu membawanya keluar dari hutan.... akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya temui pohon yang tidak terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya fikir mampu membawanya kerana mungkin saya tidak akan menemui pohon ini di depan sana. Akhirnya inilah dia pohonnya yang saya pilih, kerana saya yakin saya mampu merawatnya dan menjadikannya indah."

Lalu gurupun berkata, " Itulah perkahwinan."

Begitu banyak pilihan di depan kita seperti pohon-pohon beserta rantingny di dalam hutan, tapi kita perlu emnentukan satu pilihan dan bila terlalu memilih, tidak satupun akan kita dapati kerana kesempatan itu datang hanya sekali. Kita harus beredar dan terus maju seperti waktu yang beredar di hadapan yang tidak pernah tersimpan sepert hari semalam, kelmarin atau bersemayam pada masa lalu kita.


Dipetik dari Pesona Wanita

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...